Translate

Selasa, 30 Oktober 2012

Diagram Konteks

Diagram Kontek

Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem.
Ia akan memberi gambaran tentang keseluruhan sistem. Sistem dibatasi oleh boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam diagram konteks hanya ada satu proses. Tidak boleh ada store dalam diagram konteks.

Diagram konteks berisi gambaran umum (secara garis besar) sistem yang akan dibuat. Secara kalimat, dapat dikatakan bahwa diagram konteks ini berisi “siapa saja yang memberi data (dan data apa saja) ke sistem, serta kepada siapa saja informasi (dan informasi apa saja) yang harus dihasilkan sistem.”
Jadi, yang dibutuhkan adalah (1) Siapa saja pihak yang akan memberikan data ke sistem, (2) Data apa saja yang diberikannya ke sistem, (3) kepada siapa sistem harus memberi informasi atau laporan, dan (4) apa saja isi/ jenis laporan yang harus dihasilkan sistem.
 
Kata “Siapa” di atas dilambangkan dengan kotak persegi (disebut dengan terminator), dan kata “apa” di atas dilambangkan dengan aliran data (disebut dengan data flow), dan kata “sistem” dilambangkan dengan lingkaran (disebut dengan process).


Sebagai Contoh, beberapa kemungkinan (data) yang diberikan pembeli kepada kasir adalah : (1) barang yang ditanyakan, (2) barang yang akan dibeli, dan (3) Uang pembayaran. Sebaliknya, kemungkian informasi yang diberikan kasir kepada pembeli adalah (1) keadaan barang yang ditanyakan, (2) jumlah uang yang harus dibayar.
Sedangkan informasi yang diberikan kasir kepada Pemilik adalah Laporan Jumlah Uang Masuk beserta Jumlah Barang yang Terjualnya. DFD Konteksnya :

Contoh-contoh diagram konteks :
Diagram konteks Pegadaian


Diagram konteks Restoran


Diagram konteks Sistem Inforamasi Pengiriman Barang





Diagram konteks Sistem Informasi Berobat


Diagram Konteks Sistem Informasi Kursus Musik
Diagram konteks Sistem informasi Pariwisata



Diagram Konteks Sistem Kredit




Diagram konteks PSB



Diagram konteks Sistem Informasi Perpustakaan





Diagram konteks sistem penjualan barang


Selasa, 23 Oktober 2012


Latihan : Gambarkan Diagram Konteks, DFD level-0, dan DFD level-1 (bila perlu)
dari  sistem tsb.
• Deskripsi sistem peminjaman buku di suatu perpustakaan :
– Pada saat pendaftaran, identitas anggota diserahkan ke petugas untuk dicatat jika
belum terdaftar, lalu dibuatkan kartu anggoa.
– Proses peminjaman diawali dengan menyerahkan kode buku pinjaman dan kartu
anggota ke petugas administrasi perpustakaan
– Petugas akan memeriksa buku yg dipinjam, jika ada, buku pinjaman akan dicatat pada
catatan peminjaman buku, kemudian dibuatkan bukti peminjaman buku utk peminjam.
– Kartu buku disimpan petugas dan Buku beserta bukti peminjaman diterima peminjam.
– Sistem ini harus dapat menghasilkan laporan peminjaman untuk Pimpinan dan Daftar
pengeluaran buku untuk Bag.Pengadaan.
– Buku-buku yang tersedia diperoleh dari bag.pengadaan

Langkah-langkah:
1. Identifikasi entitas-entitas
2. Tetapkan kebutuhan fungsional(requirement)
3. Data apa yang perlu disimpan
4. Buat diagram konteks dengan mengacu pada no 1 dan 2
5. Gambarkan DFD level-0 dan level-1 (bila perlu) sesuai no.2

1. Identifikasi entitas-entitas
Entitas (E) : Anggota, bag. Pengadaan, Pimpinan
2. Tetapkan kebutuhan fungsional (requirement)
o Cari dt-anggota
1.1
o Rekam dt anggota
1.2
o Cetak kartu anggota
1.3
o Rekam dt buku



2.0
o Cari dan tampilkan status buku

3.0
o Rekam peminjaman

4.1
o Cetak bukti peminjaman
4.2
o Update buku


4.3
o Cetak daftar pengeluaran buku
5.1
o Cetak laporan peminjaman

5.2



1.0 Pendaftaran
4.0 peminjaman
5.0 pelaporan
2. Data yang perlu disimpan:
o Anggota
o Buku
o Peminjaman
3. Buatlah Diagram Konteks:
Sistem
peminjaman
Buku
Anggota
Bag.
Pengadaan
Id-anggota
Id-buku
Daftar pengeluaran buku
Kartu Anggota
Kd-Buku Pinjaman
Bukti Pinjaman
Info Status Buku
Pimpinan
Laporan
Penjualan
Diagram Konteks Sistem Peminjaman Buku


4. Gambar DFD
DFD level-0 Sistem Peminjaman Buku
1.0
Pendaftaran
2.0 Rekam dt-
buku
Anggota
Bag.
Pengadaan
3.0 cari &
tampilkan
status bku
4.0
peminjaman
Id-anggota
Kartu Anggota
Kartu Anggota
Info Status Buku
Info Status Buku
Kd-Buku Pinjaman
Anggota
Peminjaman
buku
5.0 Pelaporan
Pimpinan
Id-buku
Daftar
pengeluaran
Buku
Lapoan Pemianjaman
Dt Buku Ada


DFD level-1 Proses 1.0:

1.1 Cari dt
Anggota
1.3 Cetak
Kartu Anggota
1.2 Rekam
data Anggota
Anggota
Kartu anggota
Id anggota
Data anggota




DFD Level-1 Proses 4.0:
4.1 Rekam
Peminjaman
4.2 Cetak
Bukti
Peminajaman
4.3
Update Bukti
Peminjaman
Anggota
Data buku ada
Buku
Peminjam
Buku


DFD Level-1 Proses 5.0:
5.1 Cetak
Laporan
5.2 Cetak
Daftar
Pengeluaran
Peminjaman
Buku
Lap. Peminjaman
Daftar
pengeluaran









5. Pemodelan Data (diagram ER)


6. Kamus Data
a. Data Store
1. Anggota=@Kd-anggota + nm-anggota+tgl-lahir+tgl_daftar
2. Buku= @Kd-buku + judul + penerbit+pengarang+stok
3. Pinjaman=@no-pinjam+tgl_pinjam+tgl_kembali+kd-anggota+kd_buku
b. Aliran Data
1. Id-anggota=nm_anggota+tgl_lahit+no_identitas
2. Kartu Anggota=@Kd-anggota + nm-anggota+tgl-lahir+tgl_daftar, masa berlaku
3. Info status buku=kd_buku+judul+[ada]pinjaman
4. Kd-buku-pinjaman=[kd_buku | judul | pengarang]
5. Bukti-pinjaman=no-bukti + kd-anggota+ nm_anggota + tgl pinjam + {kd_buku + judul
+ pengarang + penerbit} + tgl_hrs_kembali + nm_petugas
6. Daftar pengeluaran buku= periode + { no + kd_buku + judul + pengarang + tgl-
dipinjam}
7. Lap peminjaman = periode lap + {no + no_pinjam + kd_buku + judul + tgl_pinjam +
tgl_kembali} + nm_petugas
Keterangan Kamus Data
-
Kd_anggota = 10{karakter}10
-
Nm_anggota = 1{karakter}25
-
Tgl_lahir = dd/mm/yyyy = tgl_daftar
-
Stok = 1{numeric}9
….
Melakukan
Terdiri dr
Anggota
Kd-anggota
Nm-anggota
Tgl-lahir
Tgl-daftar
<Undefined>
<Undefined>
<Undefined>
<Undefined>
Peminjaman
No-pinjam
Tgl-pinjam
Tgl-kembali
<Undefined>
<Undefined>
<Undefined>
Buku
Kd-buku
Judul
Penerbit
Pengarang
Stok
<Undefined>
<Undefined>
<Undefined>
<Undefined>
<Undefined>
-
Karakter = [A-Z | a-z | 0-9 | | /]
-
Numerik = [0-9]

7. Spesifikasi Proses
1. Nama proses : 2.0 Rekam data buku
Input: id_buku, table buku
Output: tablel buku
Deskripsi:
Begin

Open table buku

Input id-buku
Validasi
If not valid

Then tampilkan pesan

Else rekam ke table
Endif
Close table

2. Nama proses : 4.1 Rekam pemijaman
Input: kd_buku pinjaman, table buku, table anggota
Output: tablel peminjaman
Deskripsi:
Begin

Open table buku, anggota, peminjaman

Input kd-buku pinjaman
Validasi ke table buku dan anggota
If not valid

Then tampilkan pesan

Else rekam ke table peminjaman
Endif
Close table

3. Nama proses : 5.1 Cetak laporan peminjaman
Input: kd_buku pinjaman, table buku, table anggota
Output: laporan peminjaman
Deskripsi:
Begin

Open table buku, anggota, peminjaman

Input periode laporan
Saring data peminjaman
While not EOF peminjaman Do

Baca record peminjaman
Search ke table buku
Simpan ke table temporer
Tampilkan atau cetak laporan
EndWhile
Close table
End

4. Nama proses : 4.3 Update buku
Input: table peminjaman, table buku
Output: table buku
Deskripsi:
Begin

Open table buku, peminjaman

Get kode buku dari peminjaman

Search ke table barang

Hitung stok=stok-jml_pinjam

Rekam dan update stok
Close semua tabel
End

5. Nama proses : 1.1 Cari data anggota
Input: id-anggota, table anggota
Output: hasil pencarian
Deskripsi:
Begin

Open table anggota

Input id-anggota

While not EOF anggota
If id-anggota = id_tabel_anggota
Then tampilkan data anggota
Else data tdk ada
endif
endWhile
close table anggota
End



Pemodelan Sistem (Context Diagram)


3 alasan yang menyebabkan dilakukan pemodelan sistem, yaitu:
  • Agar dapat memperhatikan hal – hal yang penting dalam sistem tanpa harus mempelajarinya lebih jauh.
  • Agar dapat melakukan Perubahan yang sesuai dengan kebutuhan pemakai
  • Menguji hasil analisis sistem terhadap kebutuhan pemakai sistem, agar memudahkan pendesain dan pemrogram sistem
Dalam membuat/membangun/memodelkan sistem terdapat beberapa perangkat yang digunakan yaitu :
  • Context Diagram merupakan tingkatan tertinggi dalam diagram aliran data dan hanya memuat satu proses, menunjukkan sistem secara keseluruhan. Proses tersebut diberi nomor nol.
    Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks beserta aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram tersebut tidak memuat penyimpanan data (Storage) dan tampak
    sederhana untuk diciptakan, begitu entitas eksternal serta aliran data-aliran data menuju dan dari sistem diketahui penganalisis dari wawancara dengan user dan sebagai hasil analisis dokumen.
  • Simbol – simbol Context Diagram

  • Aturan – aturan dalam Membuat Context Diagram
    1. Bila Terminator/Entitas Eksternal yang digunakan banyak, dapat digambarkan lebih dari satu kali. dengan  ditandai  secara  khusus  untuk  menjelaskan  bahwa  terminator yang dimaksud adalah identik. Tanda tersebut dapat berupa asterik (*) atau pagar (#).
    2. Jika Entitas mewakili individu sebaiknya diwakili oleh peran yang dimainkan personil tersebut. Alasan pertama adalah personil yang berfungsi untuk melakukan itu dapat berganti sedang Context Diagram harus tetap akurat walaupun personil berganti. Alasan kedua adalah seorang personil dapat memainkan lebih dari satu peran.
    3. Karena fokus uitama adalah mengembangkan model, maka penting untuk membedakan sumber (resource) dan pelaku (handler)., pelaku adalah mekanisme, perangkat atau media fisik yang mentransportasikan data ke/dari sistem, karena pelaku seringkali familier dengan pemakai dalam implementasi sistem berjalan, maka sering menonjol sebagai sesuatu yang harus digambarkan lebih dari sumber data itu sendiri. Sedangkan sistem baru dengan
      konsep pengembangan teknologinya membuat pelaku menjadi sesuatu yang tidak perlu digambarkan.
untuk sementara sampai disini dulu yach…


Senin, 15 Oktober 2012

Sistem informasi pabrik rokok Gudang Garam

Sistem informasi pabrik rokok Gudang Garam

Lingkungan User
Lingkungan user yang ada yaitu Produsen, Distributor , dan Konsumen

Input
1.     Konsumen
Input yang berisi tentang data permintaan yang diinginkan pelanggan, data ini berisi tentang data barang yang diinginkan konsumen
2.     Pengelola
juga merupakan bagian daripada input/masukan yang terdapat di dalam sistem informasi ini. Disini yang dimaksudkan bahwa admin sebagai input adalah mengenai data-data dari admin yang bertugas pada saat itu misalnya nama dari admin itu sendiri.
3.     Produk
juga merupakan bagian daripada input/masukan yang terdapat di dalam sistem informasi ini. Adapaun maksud dari produk itu sebagi input disini yaitu mengenai data-data dari produk itu sendiri seperti harga, jumlah dan nama/jenis produk.


OUTPUT
Adapun output yang terdapat pada sistem informasi ini antara lain :
1.      Bukti Transaksi
Bukti transaksi ini merupakan catatan yang berisi tentang informasi yang berhubungan dengan transaksi itu sendiri. Pada sistem informasi ini bukti transaksinya mencakup bukti transaksi pembelian produk dan penjualan produk. 
2.      Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini merupakan bagian dari pelaporan proses keuangan, laporan keuangan ini berisi informasi keuangan dalam periode tertentu. Di dalam sistem informasi ini, laporan keuangannya mencakup laporan penjualan, pembelian dan laba rugi.
3.      Informasi Produk
Informasi produk ini berisi informasi mengenai produk-produk yang dijual. Pada system informasi ini informasi produknya mencakup nama produk, harga produk, jumlah produk tersedia dan ukuran produk itu sendiri.


DATA
Adapun data yang terdapat pada system informasi ini antara lain :
1.      Data Pelanggan
Berisikan data-data mengenai pelanggan-pelanggan yang melakukan transaksi di dalam sistem informasi ini.
2.      Data Admin
Berisikan data daripada admin-admin yang bertugas di toko itu sendiri.
3.      Data Produk
Berisikan data-data mengenai produk itu sendiri, mulai dari nama/jenis produk sampai dengan ketersediaan barang tersebut.
4.      Data Transaksi
Berisikan data-data transaksi, baik itu penjualan ataupun pembelian.
5.      Data Keuangan
Berisikan data-data mengenai hasil yang didapat dari transaksi-transaksi yang terjadi.
6.      Data Supplier
Berisikan data-data mengenai penyedia atau penyuplai produk-produk ke toko itu sendiri